Presiden Amerika Serikat Donald Trump memastikan tidak akan melancarkan serangan militer baru ke Iran setelah pemilihan umum sela pada Selasa (3/11), di tengah bergeraknya draf kesepakatan yang disiapkan mediator Qatar.

Ditanya wartawan apakah ia mempertimbangkan menyerang Iran setelah pemilu, Trump menjawab "no", menurut kantor berita Associated Press (AP). Jawaban itu disampaikan pada Senin (2/11), sehari sebelum pemungutan suara, setelah Trump berulang kali mengaitkan potensi serangan dengan hasil pemilu.

Apa yang berubah dari sikap Washington

Dalam wawancara telepon dengan Axios pada Senin, Trump menyatakan tidak terburu-buru memutuskan apakah operasi militer terhadap Iran akan dilanjutkan. Trump mengklaim Iran menginginkan kesepakatan lebih dari sebelumnya, dan berkata, "One way or the other, we will do something, but there is no rush."

Wakil Presiden AS JD Vance menilai pembicaraan menunjukkan kemajuan dan mengatakan ia bersama Trump optimistis terhadap peluang tercapainya kesepakatan yang dinegosiasikan. Trump juga menulis di Truth Social bahwa harga minyak turun hampir 10 dolar AS per barel karena pasar merasa tidak akan ada perang dengan Iran; klaim rekor itu berasal dari Trump sendiri dan belum terverifikasi data pasar independen.

Draf mediator Qatar

Menurut Axios, mediator Qatar menyiapkan draf kesepakatan berisi rangkaian langkah membangun kepercayaan selama tiga hari untuk membuka kembali negosiasi langsung AS-Iran. Mediator Qatar Ali al-Thawadi bertolak ke Teheran pada Senin untuk melanjutkan pembahasan, sementara para mediator menunggu respons dari Washington dan Teheran.

Respons Iran

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan Teheran siap menghadapi diplomasi maupun konfrontasi, dan memperingatkan tindakan militer baru akan memicu respons yang lebih keras. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei menegaskan tanggung jawab memajukan perundingan ada di Washington dan kembali menuntut diakhirinya blokade angkatan laut AS.

Latar singkat

KabarFX sebelumnya melaporkan pembicaraan tidak langsung yang dimediasi Qatar berakhir tanpa kesepakatan, serangan defensif AS di Pulau Qeshm di Selat Hormuz, serta keputusan Trump memilih jalur diplomasi yang menekan harga minyak.

Kenapa ini penting untuk forex

Pernyataan Trump bekerja melalui dua kanal. Pertama, sentimen risiko: mundurnya ancaman serangan mengurangi permintaan dolar AS sebagai aset aman. Menurut Reuters, indeks dolar (DXY) bergerak di sekitar 101,81 pada sesi Asia Selasa, sementara euro menguat ke sekitar 1,1182 terhadap dolar.

Kedua, kanal energi dan inflasi: de-eskalasi menekan harga minyak, dan minyak yang lebih murah mendinginkan tekanan inflasi biaya yang selama ini menopang ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed. Jika keyakinan pasar menguat, dolar bisa tertekan lebih lanjut dan menopang euro serta poundsterling. Perlu dicatat, jawaban "no" Trump menjawab soal serangan setelah pemilu, bukan komitmen gencatan senjata permanen.

Yang dipantau

  • Hasil pemilihan umum sela AS pada Selasa (3/11), dengan penghitungan suara berlanjut hingga Rabu (4/11) waktu Indonesia.
  • Respons resmi Washington dan Teheran atas draf kesepakatan mediator Qatar yang kini menunggu jawaban kedua pihak.
  • Data lowongan kerja JOLTS (Job Openings and Labor Turnover Survey) AS yang dirilis Selasa pukul 22.00 WIB.
  • Keputusan suku bunga Bank of England (BoE) pada Kamis (5/11) pukul 19.00 WIB; survei Reuters menunjukkan mayoritas ekonom memperkirakan kenaikan 25 basis poin (0,25 poin persentase) menjadi 4,0 persen.

Sumber