Bank sentral China, People's Bank of China (PBoC), menaikkan rasio cadangan wajib valuta asing (valas) sebesar 2 poin persentase menjadi 6 persen. Keputusan yang diumumkan Selasa (3/11) ini bertujuan meredam penguatan yuan yang telah mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terhadap dolar AS.

Kebijakan baru mulai berlaku pada Minggu (15/11). Bank-bank di China wajib memarkir 2 persen tambahan dari simpanan valas mereka di bank sentral, sehingga mengurangi pasokan dolar AS yang beredar di pasar domestik. Reuters menghitung langkah ini menarik sekitar 24 miliar dolar AS dari sistem keuangan. PBoC menyebut langkah tersebut bertujuan memperkuat pengelolaan likuiditas valas di lembaga keuangan.

Yuan menguat ke level tertinggi dalam beberapa tahun terhadap dolar AS. Menurut Wall Street Journal, mata uang China itu telah naik lebih dari 5 persen sepanjang 2026 dan termasuk mata uang Asia dengan kinerja terbaik tahun ini. Setelah pengumuman PBoC, dolar AS menguat 0,3 persen ke 6,6639 yuan di perdagangan luar negeri (offshore). Kepala ekonom Pinpoint Asset Management, Zhiwei Zhang, menilai PBoC mengirim sinyal jelas bahwa bank sentral khawatir dengan kecepatan penguatan yuan.

Langkah ini membalik arah kebijakan September 2023, ketika PBoC justru memangkas rasio cadangan valas untuk menghentikan pelemahan yuan dan arus modal keluar. Kini persoalannya berbalik. Yuan yang menguat terlalu cepat berisiko menggerus daya saing eksportir China karena membuat barang ekspor lebih mahal di pasar global.

Kenapa ini penting untuk forex

Yuan bukan mata uang yang bebas diperdagangkan seperti dolar atau euro, tetapi gerakannya menular ke mata uang Asia lain, terutama dolar Australia dan dolar Selandia Baru yang terkait erat dengan perdagangan China. Keputusan PBoC juga memberi sinyal batas toleransi Beijing terhadap penguatan mata uangnya: penguatan boleh, tetapi tidak terlalu cepat. Bagi pasar, ini menjadi petunjuk bahwa intervensi administratif dari Beijing tetap menjadi faktor yang perlu diperhitungkan saat memperdagangkan yuan dan mata uang Asia.

Yang dipantau

  • Data lowongan kerja AS (JOLTS) untuk September, dirilis Selasa malam pukul 22.00 WIB.
  • Hasil penghitungan pemilu paruh waktu AS yang berlangsung sepanjang Selasa malam hingga Rabu pagi waktu Indonesia.
  • Keputusan suku bunga Bank of England (BoE) pada Kamis (5/11).
  • Arah pergerakan yuan dan kurs tengah harian PBoC menjelang pemberlakuan rasio baru pada Minggu (15/11).

Sumber

Konten KabarFX bersifat edukasi, bukan rekomendasi atau nasihat keuangan.