Rangkaian perundingan tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran di Doha, Qatar, berakhir pada Senin (2/11) tanpa kesepakatan. Delegasi Iran meninggalkan Doha pada Minggu (1/11) malam setelah tiga hari pembicaraan yang dimediasi Qatar.

Seorang pejabat mengatakan kepada Reuters pada Senin bahwa pembicaraan lanjutan masih mungkin, dan kepergian delegasi Iran tidak berarti perundingan gagal. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menyebut pesan-pesan masih dipertukarkan lewat mediator, meski isu ini kompleks.

Perundingan berpusat pada rencana tujuh langkah yang diajukan Iran pada September. Rencana itu mensyaratkan Washington mencabut blokade dan melonggarkan sanksi, dengan imbalan dibukanya kembali Selat Hormuz. Trump menolak usulan awal karena tidak menyentuh program nuklir, sementara Teheran ingin syaratnya dipenuhi lebih dulu.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut Hormuz bisa dibuka dalam dua hari setelah kesepakatan, lebih cepat dari usulan awal tujuh hari. Iran juga menolak menyerahkan uranium yang diperkaya tinggi ke negara ketiga.

Trump pada Minggu menyebut konflik akan segera berakhir, sementara Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut Trump masih mempertimbangkan serangan lanjutan sembari mengutamakan diplomasi. Baghaei menegaskan bola kini di pihak AS, menurut pernyataan yang dikutip media. Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei disebut memerintahkan militer bersiap membalas tanpa batas geografis.

Kegagalan kesepakatan meredam optimisme yang menekan harga minyak. Brent ditutup anjlok 8,66 dolar AS atau 7,63 persen ke 104,77 dolar AS per barel pada Senin, sebelum rebound 0,5 persen pada Selasa pagi. Badan maritim Inggris (UKMTO) melaporkan kapal terkena proyektil tak dikenal di Selat Hormuz pada Minggu. Insiden itu terjadi dua hari setelah serangan ke kapal tanker gas alam cair (LNG) Qatar.

Latar singkat

KabarFX sebelumnya memberitakan Brent turun lebih dari 1 persen saat perundingan memasuki hari ketiga di Doha: Brent Turun 1 Persen Lebih saat Perundingan Iran-Qatar Hari Ketiga. Kegagalan putaran ini memperbesar ketidakpastian soal pasokan minyak lewat Selat Hormuz.

Kenapa ini penting untuk forex

Saluran transmisinya lewat premi risiko energi. Putaran perundingan yang gagal membuat pasar kembali memasang harga risiko pasokan minyak. Minyak yang kembali mahal bisa menghidupkan kembali tekanan inflasi dan menahan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed, bank sentral AS).

Ketegangan geopolitik juga mengangkat permintaan aset aman: emas bertahan di atas 3.900 dolar AS per troy ons, sementara yen Jepang dan franc Swiss cenderung diuntungkan. Sebaliknya, dolar Australia rentan jika ekspektasi inflasi menguatkan peluang kenaikan suku bunga bank sentral Australia (RBA).

Yang dipantau

  • Hasil pemilu sela AS pada Selasa (3/11) waktu setempat; hasil awal terlihat Rabu pagi WIB.
  • Keputusan suku bunga RBA pukul 10.30 WIB hari ini; pasar memperkirakan kenaikan ke 4,85 persen.
  • Tanggapan Washington atas rencana tujuh langkah Iran dan kemungkinan pertemuan lanjutan lewat mediator.
  • Keputusan suku bunga Bank of England (BoE), bank sentral Inggris, Kamis (5/11).

Sumber