Indeks Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Amerika Serikat versi Institute for Supply Management (ISM) naik ke 55,5 pada Oktober 2026, dari 54,5 pada September. Angka ini melampaui perkiraan ekonom dan menandai bulan kesepuluh beruntun sektor manufaktur AS berada di zona ekspansi.
Data yang dirilis Senin (2/11) malam WIB menunjukkan indeks produksi melonjak 2,3 poin ke 59,0, level tertinggi sejak November 2021. Indeks pesanan baru naik ke 55,5 dari 55,3, memperpanjang ekspansi sepuluh bulan beruntun, sedangkan indeks ketenagakerjaan melambat tipis ke 52,4 dari 52,7.
Tekanan biaya di tingkat pabrik tetap tinggi meski melandai. Indeks harga yang dibayar turun ke 75,2 dari 77,9 pada September, tetapi 53,1 persen responden masih melaporkan membayar lebih mahal untuk bahan baku. Pengiriman pemasok melambat untuk bulan ke-11 beruntun, menandakan pabrik kesulitan mengejar permintaan yang kuat.
Sentimen pelaku industri justru memburuk untuk bulan ketiga berturut-turut: 66 persen komentar responden bernada negatif. Dari komentar negatif tersebut, 62 persen menyebut volatilitas harga, 41 persen menyebut waktu tunggu pengiriman yang lebih panjang, 25 persen menyebut tarif impor, dan 21 persen menyebut perang Iran.
Latar singkat
Data ini menguatkan narasi yang dibahas KabarFX sebelumnya: spekulasi kenaikan suku bunga lanjutan The Fed (Federal Reserve, bank sentral AS) yang menopang ekspektasi imbal hasil dan dolar AS. Baca juga: Emas Pantul dari Terendah Setahun, Spekulasi Kenaikan Fed Menguat.
Kenapa ini penting untuk forex
Jalur transmisinya berjalan lewat ekspektasi suku bunga The Fed. Pabrik yang berproduksi lebih cepat dengan biaya input yang masih tinggi memberi bank sentral AS alasan mempertahankan kebijakan restriktif. ISM menilai angka 55,5 konsisten dengan pertumbuhan PDB (produk domestik bruto) tahunan 2,7 persen, sementara ekonomi kuartal III tumbuh 3,4 persen dan inflasi PCE (pengeluaran konsumsi personal) September tercatat 3,6 persen secara tahunan, jauh di atas target 2 persen.
Pasar kini menilai peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember di kisaran 70 persen. Ekspektasi itu biasanya menopang dolar AS karena imbal hasil obligasi AS tetap menarik bagi arus modal global. Namun reaksi pasar terhadap rilis ini terbatas: menurut FXStreet, indeks dolar turun 0,35 persen ke 101,60 tak lama setelah data keluar, karena perhatian pasar tersedot ke pemilu sela AS pada Selasa waktu setempat.
Yang dipantau
- Keputusan suku bunga RBA (Reserve Bank of Australia, bank sentral Australia), Selasa (3/11) pukul 10.30 WIB; pasar memperkirakan kenaikan ke 4,85 persen.
- PMI jasa AS versi ISM, Rabu (4/11) pukul 22.00 WIB.
- Keputusan suku bunga BoE (Bank of England, bank sentral Inggris), Kamis (5/11) malam WIB.
- Data tenaga kerja AS (nonfarm payrolls) Oktober, Jumat (6/11) pukul 20.30 WIB.
Sumber
- Laporan PMI Manufaktur Oktober 2026 — Institute for Supply Management: https://www.ismworld.org/supply-management-news-and-reports/reports/ism-pmi-reports/pmi/october/
- US manufacturing picks up in October; input prices stay high — Reuters (2/11/2026): https://985theriver.com/2026/11/02/us-manufacturing-picks-up-in-october-input-prices-stay-high/
- US ISM Manufacturing PMI improces to 55.5 in October vs. 54.6 expected — FXStreet (2/11/2026): https://www.fxstreet.com/news/us-ism-manufacturing-pmi-improces-to-555-in-october-vs-546-expected-202611021510
