Harga emas spot naik sekitar 0,5 persen ke 3.894,8 dolar AS per troy ons pada perdagangan pagi Asia, Senin (2/11), menurut Reuters. Pada Jumat, harga sempat menyentuh 3.870 dolar AS, level terendah dalam satu tahun.

Pantulan terjadi pada awal sesi Asia. Sekitar pukul 08.15 WIB, Reuters mencatat emas spot diperdagangkan di 3.894,8 dolar AS per troy ons. Data pasar langsung Finnhub pada Senin pagi menunjukkan harga sempat menyentuh 3.911,33 dolar AS. Trading Economics mencatat emas kembali menembus 3.900 dolar AS.

Pendorong utama adalah ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga Amerika Serikat. CME FedWatch yang dikutip FXStreet menunjukkan peluang 72,9 persen bahwa The Federal Reserve (The Fed, bank sentral AS) menaikkan suku bunga pada pertemuan Desember. Trading Economics mencatat angka sekitar 75 persen.

The Fed menahan suku bunga acuan di kisaran 3,75-4,00 persen pada pertemuan 28 Oktober dengan suara 10-2, menurut FXStreet. Gubernur The Fed Lisa Cook dan Beth Hammack berbeda pendapat karena mendukung kenaikan suku bunga. Proyeksi para pejabat The Fed pada September, yang dikenal sebagai dot plot, menunjukkan median suku bunga 4,125 persen pada akhir 2026. Dot plot adalah diagram perkiraan suku bunga para pejabat The Fed; angka itu berarti satu kenaikan lagi.

Analisis OCBC yang dikutip FXStreet menilai pasar punya sedikit alasan untuk mengurangi ekspektasi kenaikan Desember. Inflasi inti PCE September tercatat 3,1 persen secara tahunan, sesuai perkiraan, sementara ekonomi AS tumbuh solid pada kuartal III. Secara teknikal, emas masih diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan 100 hari di 4.210 dolar AS, dengan RSI di level 32 yang dekat wilayah jenuh jual. RSI adalah pengukur momentum harga.

Latar singkat

Emas anjlok sekitar 3 persen hingga menembus ke bawah 3.900 dolar AS pada Jumat (30/10), tertekan penguatan dolar dan peluang kenaikan suku bunga The Fed. Baca juga: Emas Jebol $3.900 Setelah Anjlok 3 Persen, Tertekan Minyak Mahal dan Peluang Kenaikan Fed.

Kenapa ini penting untuk forex

Emas tidak memberikan imbal hasil bunga, sehingga ekspektasi kenaikan suku bunga AS yang tinggi menaikkan biaya peluang memegang emas dan biasanya menopang dolar AS. Salurannya: ekspektasi suku bunga riil AS yang lebih tinggi menekan XAU/USD sekaligus menguatkan dolar lewat selisih suku bunga.

Pantulan Senin pagi lebih terlihat sebagai jeda teknikal setelah penurunan tajam, bukan pembalikan tren. Pasangan yang relevan adalah XAU/USD secara langsung, serta EUR/USD dan USD/JPY yang sensitif terhadap ekspektasi suku bunga AS. Indeks dolar (DXY, ukuran nilai dolar terhadap enam mata uang utama) berada di 101,94 pada Senin pagi, menurut Reuters.

Yang dipantau

  • Laporan tenaga kerja AS bulan Oktober (nonfarm payrolls) pada Jumat (6/11) pukul 20.30 WIB.
  • Indeks manufaktur ISM AS pada Senin (2/11) pukul 21.00 WIB, dengan konsensus 54,5.
  • Pemilu sela AS pada Selasa (3/11) yang dapat memengaruhi sentimen risiko dan arah dolar.

Sumber

  • Reuters, "Gold lingers near one-year low as Fed hike expectations firm", 2/11/2026: https://www.tradingview.com/news/reuters.com,2026:newsml_L3N46J002:0-gold-lingers-near-one-year-low-as-fed-hike-expectations-firm/
  • FXStreet, "Gold rebounds to near $3,900 despite inflation worries", 2/11/2026: https://www.fxstreet.com/news/gold-rebounds-to-near-3-900-despite-inflation-worries-202611020045
  • Trading Economics, "Gold Rises from One-Year Low", 2/11/2026: https://www.tradingview.com/news/te_news:597067:0-gold-rises-from-one-year-low/
  • Finnhub, data pasar XAU/USD, diakses 2/11/2026: https://finnhub.io/?q=%22XAU%2FUSD%22