Harga minyak Brent turun lebih dari satu persen pada perdagangan Asia Senin (2/11) saat perundingan antara Iran dan mediator Qatar memasuki hari ketiga.

Brent melemah 1,59 dolar AS atau 1,40 persen menjadi 111,84 dolar AS per barel pada pukul 07.11 WIB, menurut Reuters. Minyak West Texas Intermediate (WTI) turun 1,56 dolar AS atau 1,50 persen ke 102,56 dolar AS per barel. Sebelumnya Brent menutup Oktober di level tertinggi dalam enam bulan.

Tim Waterer, kepala analis pasar perusahaan broker KCM Trade, menilai penurunan ini sebagai aksi ambil untung setelah penguatan kuat pekan lalu, dibantu harapan yang masih hidup akan kemajuan diplomatik.

Negosiator Iran berada di Doha pada Minggu (1/11) untuk hari ketiga berturut-turut, kata seorang pejabat kepada Reuters. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan pembicaraan berjalan terus-menerus dan menunjukkan kemajuan, dengan Teheran siap menempuh jalur pertahanan maupun diplomasi. Pembahasan proposal pembukaan Selat Hormuz dalam dua hari setelah kesepakatan dengan Washington masih berjalan tanpa kesimpulan akhir, menurut Al Jazeera yang mewawancarai Araqchi pada Sabtu (31/10).

Latar singkat

Pelemahan ini datang setelah akhir pekan yang tegang. Kapal tanker LNG Qatar diserang rudal tak dikenal di dekat Selat Hormuz pada Jumat (30/10) (baca: Kapal LNG Qatar Diserang di Hormuz, Ranjau Limpet Kembali Dipakai). Sementara itu Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya termasuk Rusia (OPEC+) pada Minggu (1/11) mempertahankan target produksi Desember tanpa perubahan (baca: OPEC+ Sepakat Tahan Target Produksi Minyak Desember di Tengah Brent Tembus $117).

Kenapa ini penting untuk forex

Minyak adalah saluran geopolitik utama bagi pasar valuta asing. Premi risiko geopolitik pada harga energi diteruskan ke ekspektasi inflasi, yang menentukan arah ekspektasi suku bunga bank sentral. Ketika premi risiko menyusut seperti pagi ini, tekanan pada Federal Reserve (bank sentral Amerika Serikat), Bank Sentral Eropa (European Central Bank, ECB), dan Bank of Japan (BoJ) untuk mempertahankan sikap ketat ikut berkurang, padahal ketiganya baru menahan suku bunga pekan lalu.

Mekanisme kedua adalah sentimen risiko. Meredanya ketegangan cenderung mengangkat selera risiko investor, menopang mata uang komoditas seperti dolar Australia dan dolar Kanada, sekaligus mengurangi permintaan aset lindung nilai seperti yen Jepang dan franc Swiss. Dolar AS berada di persimpangan: diplomasi yang berhasil mendukung aset berisiko, tetapi inflasi yang lebih jinak bisa melemahkan argumen kenaikan suku bunga lanjutan.

Yang dipantau

  • Hasil pemilihan paruh waktu AS, Selasa (3/11), yang hasil awalnya terbaca Rabu (4/11) pagi WIB.
  • Respons Washington atas proposal Iran dan kelanjutan perundingan di Doha.
  • Keamanan pelayaran di Selat Hormuz dan keputusan produksi OPEC+ berikutnya.

Sumber

  • Reuters, "Oil slips more than 1% as talks continue on ending Iran war" (laporan Florence Tan, Singapura, 2 November): https://www.globalbankingandfinance.com/oil-slips-1-talks-continue-ending-iran-war/
  • Reuters, "Iran, Qatari mediators hold third day of talks to end US-Iran war": https://kwsn.com/2026/11/01/iranian-negotiators-in-doha-to-continue-talks-to-end-the-us-iran-war-official-says/
  • The Guardian, "Negotiators 'braced for worst' over US-Iran talks to reopen strait of Hormuz": https://worldrightnowlive.com/story/negotiators-braced-for-worst-over-us-iran-talks-to-reopen-strait-of-ho