Bank of England diperkirakan menaikkan suku bunga pada Kamis (5/11) setelah tunduk pada tekanan inflasi akibat biaya energi yang melonjak. Survei ekonom Reuters memperkirakan Bank Rate naik dari 3,75 persen ke 4 persen, yang akan menjadi kenaikan pertama sejak Agustus 2023.
Survei dan dinamika komite
Menurut survei Reuters, Komite Kebijakan Moneter (Monetary Policy Committee, MPC) akan menyetujui kenaikan dengan suara 7-2. Dua anggota eksternal, Alan Taylor dan Swati Dhingra, diperkirakan tetap memilih menahan suku bunga karena menilai ekonomi Inggris masih punya kapasitas menganggur (spare capacity).
Pada September komite menahan suku bunga dengan suara 6-3. Gubernur Andrew Bailey mengatakan bulan lalu bahwa bank sentral tidak bisa menunggu bukti final dari efek putaran kedua (second-round effects), yaitu ketika inflasi tinggi meresap ke upah dan penetapan harga, sebab akan bertindak terlambat.
Inflasi konsumen Inggris naik 3,5 persen dalam setahun hingga September, lebih panas dari perkiraan 3,0 persen yang dibuat bank sentral pada Juli. Pada September, BoE memperingatkan inflasi bisa melampaui 4 persen awal tahun depan. Lonjakan harga energi sejak itu dinilai mirip skenario "adverse" mereka, ketika inflasi berisiko mengakar.
BoE pernah dikritik meremehkan kegigihan inflasi saat biaya energi melonjak dulu, dan kini enggan terperangkap lagi di tengah harga energi global yang tinggi serta perang Iran yang belum menunjukkan akhir. Siklus ini berbeda dari yang lalu: dulu BoE termasuk bank sentral besar pertama yang menaikkan suku bunga, kali ini Federal Reserve (bank sentral AS) dan Bank Sentral Eropa sudah lebih dulu bergerak.
Meski begitu, BoE diperkirakan menolak taruhan pasar yang agresif. Pasar memperkirakan tiga hingga empat kenaikan seperempat poin lagi pada 2027, yang membawa Bank Rate ke 4,75-5,0 persen. Alexander Harvey, ekonom Inggris di konsultan Oxford Economics, menilai risalah rapat atau Bailey bisa memberi sinyal bahwa suku bunga tidak akan setinggi harga pasar. Bahkan para pengambil kebijakan yang cenderung agresif (hawkish) seperti Kepala Ekonom Huw Pill serta Catherine Mann dan Megan Greene, yang mengkritik penanganan BoE sejauh ini, mungkin tidak mendukung harga pasar setinggi itu.
Bersamaan dengan prakiraan ekonomi baru, investor menanti penilaian awal BoE atas anggaran yang disampaikan Menteri Keuangan Inggris John Healey pekan lalu. Anggaran itu memberi dukungan terbatas bagi rumah tangga dan pengendara di tengah biaya energi tinggi, sebagian didanai pajak atas bank. Para ekonom menilai dampaknya hanya sedikit meredam proyeksi kenaikan inflasi.
Latar singkat
Pekan lalu bank-bank sentral besar kompak menahan suku bunga, dengan pasar menatap Desember sebagai penentu arah berikutnya. Baca juga: Pekan Bank Sentral Berakhir: Semua Menahan Suku Bunga, Pasar Menatap Desember.
Kenapa ini penting untuk forex
Keputusan BoE langsung mengubah ekspektasi suku bunga Inggris, kanal utama pergerakan pound sterling. Kenaikan suku bunga biasanya menopang mata uang lewat selisih imbal hasil, tetapi nada pernyataan (forward guidance) sama pentingnya. Kenaikan yang dibarengi sinyal penolakan terhadap kenaikan lanjutan bisa justru melemahkan pound, karena pasar memangkas taruhan agresifnya. Pasangan yang paling sensitif adalah GBP/USD dan EUR/GBP, yang membandingkan arah kebijakan BoE dengan Federal Reserve dan Bank Sentral Eropa.
Konteksnya juga berbeda dari siklus pengetatan biasa. Inflasi kali ini didorong perang dan harga energi, bukan permintaan domestik yang panas. Kenaikan suku bunga dalam kondisi seperti itu menaikkan biaya pinjaman tanpa mengatasi akar masalah pasokan, sehingga setiap kata Bailey soal prospek 2027 akan dibaca pasar sebagai penentu apakah siklus pengetatan Inggris pendek atau panjang.
Yang dipantau
- Keputusan suku bunga BoE pada Kamis (5/11): pengumuman pukul 12.00 GMT atau sekitar 19.00 WIB, konferensi pers pukul 12.30 GMT atau sekitar 19.30 WIB, disertai Monetary Policy Report.
- Pemilu sela AS pada Selasa (3/11), penentu arah fiskal dan sentimen risiko global.
- Keputusan suku bunga Bank Sentral Australia (Reserve Bank of Australia, RBA) pada Selasa (3/11), yang diperkirakan menaikkan suku bunga.
- Data tenaga kerja AS bulan Oktober pada Jumat (6/11), penentu taruhan kenaikan suku bunga Federal Reserve pada Desember.
