Kantor statistik federal Jerman, Destatis, melaporkan penjualan ritel turun 2,0 persen secara bulanan pada September, jauh di bawah ekspektasi kenaikan 0,4 persen. Data yang dirilis Senin (2/11) siang WIB ini memupus harapan pemulihan konsumsi di ekonomi terbesar zona euro.
Penurunan September membalikkan kenaikan 1,2 persen pada Agustus, menurut Reuters. Angka Agustus sendiri direvisi turun dari perkiraan awal 1,3 persen. Secara tahunan, penjualan ritel menyusut 2,3 persen, lebih dalam dari penurunan 0,3 persen pada bulan sebelumnya.
Pelemahan terjadi merata di hampir semua kategori. Menurut investinglive, penjualan di stasiun pengisian bahan bakar turun 3,4 persen, produk makanan turun 1,4 persen, dan ritel non-makanan turun 2,4 persen dibanding Agustus. Pola yang merata ini menandakan rumah tangga Jerman benar-benar menahan belanja di tengah tekanan harga yang masih tinggi.
Euro bergerak sedikit melemah setelah data keluar. Menurut FXStreet, pasangan EUR/GBP memangkas kenaikan ke sekitar 0,8345 pada sesi awal perdagangan Eropa. Data produk domestik bruto (PDB) kuartal III zona euro dan Jerman yang lebih kuat dari perkiraan disebut membantu membatasi pelemahan euro.
Latar singkat
KabarFX sebelumnya melaporkan euro berada di titik terendah 17 bulan setelah lembaga pemeringkat Fitch memangkas prospek peringkat kredit Prancis menjadi negatif (Dolar Tertahan Jelang Pemilu AS, Euro di Titik Terendah 17 Bulan). Data ritel Jerman yang lemah kini menambah lapisan tekanan baru bagi mata uang tunggal.
Kenapa ini penting untuk forex
Jerman adalah ekonomi terbesar di zona euro, sehingga pelemahan konsumsi di sana langsung dibaca pasar sebagai sinyal rapuhnya permintaan kawasan. Saluran transmisinya berjalan lewat ekspektasi kebijakan suku bunga: ketika data konsumen melemah, pasar menilai ulang prospek pertumbuhan zona euro dan jalur kebijakan Bank Sentral Eropa (European Central Bank, ECB) pada rapat-rapat berikutnya. Ketidakpastian semacam itu cenderung membebani euro, apalagi mata uang tunggal sudah tertekan isu fiskal Prancis.
Satu nuansa penting: data penjualan ritel Jerman dikenal fluktuatif dari bulan ke bulan, sehingga satu angka buruk belum tentu mengubah arah kebijakan. Menurut investinglive, data ini menambah dilema ECB yang harus menyeimbangkan pelemahan pertumbuhan dan inflasi yang masih tinggi menjelang akhir tahun.
Yang dipantau
- Indeks manufaktur ISM (Institute for Supply Management) Amerika Serikat untuk Oktober, rilis Senin (2/11) pukul 22.00 WIB.
- Keputusan suku bunga Bank Sentral Australia (Reserve Bank of Australia, RBA), Selasa (3/11); pasar memperkirakan kenaikan ke 4,85 persen.
- Pemilu paruh waktu AS, Selasa (3/11) waktu setempat; hasil awal mulai terlihat Rabu (4/11) WIB.
- Keputusan suku bunga Bank of England, Kamis (5/11); survei Reuters memperkirakan kenaikan ke 4,0 persen dari 3,75 persen.
