Dolar AS dan mata uang utama lainnya bergerak dalam rentang sempit pada awal perdagangan Asia, Senin (2/11). Investor menahan diri menjelang pemilu paruh waktu Amerika Serikat (AS) pada Selasa waktu setempat dan serangkaian agenda penting pekan ini.

Indeks dolar AS (DXY, pengukur nilai dolar AS terhadap enam mata uang utama) stabil di 101,94 pada awal perdagangan Asia, menurut Reuters. Euro melemah hingga 1,1159 dolar AS, titik terendah dalam 17 bulan. Tekanan datang setelah lembaga pemeringkat kredit Fitch memangkas prospek peringkat kredit Prancis dari stabil menjadi negatif seusai penutupan perdagangan Jumat.

Fitch mengumumkan revisi itu Jumat (30/10) malam waktu bagian timur AS, atau Sabtu dini hari WIB, dengan peringkat Prancis dipertahankan di A+. Sejak tinjauan Agustus, Fitch menilai pertumbuhan Prancis lebih lemah, biaya pinjaman lebih tinggi, dan defisit lebih lebar. Defisit diproyeksikan 5,5 persen dari PDB pada 2027 dan rasio utang terhadap PDB sekitar 124 persen pada 2028.

Menurut Reuters, ekonomi Prancis justru menyusut pada kuartal III dan inflasi Oktober naik ke level tertinggi sejak akhir 2023. Imbal hasil obligasi Prancis tenor 10 tahun sempat menembus 5,14 persen pekan lalu, tertinggi sejak 2002. Moody's mempertahankan peringkat Prancis di Aa3 dengan prospek negatif beberapa hari sebelumnya.

Mata uang utama lainnya nyaris tidak bergerak, menurut Reuters. Pound sterling stagnan di 1,3387 dolar AS, sedangkan yen melemah 0,15 persen ke 157,78 per dolar AS. Dolar Australia stabil di 0,7033 dolar AS menjelang keputusan Bank Sentral Australia (Reserve Bank of Australia, RBA) pada Selasa. Dolar Selandia Baru turun 0,11 persen ke 0,5625 dolar AS, setelah merosot 1,2 persen pekan lalu karena bank sentralnya secara mengejutkan menahan suku bunga.

Warga AS menuju tempat pemungutan suara pada Selasa (3/11) waktu setempat. Menurut Reuters, Partai Demokrat diprediksi luas memenangi majelis rendah Kongres, sementara perebutan Senat lebih sulit ditebak. Eric Robertsen, kepala riset global dan kepala strategi Standard Chartered, menilai kemenangan penuh Demokrat bisa menghambat belanja modal untuk pusat data dan infrastruktur kecerdasan buatan. Perdebatan kenaikan pagu utang berikutnya pun disebutnya berpotensi menjadi yang paling alot dalam sejarah modern. Andreja Cobeljic, kepala perdagangan derivatif AMINA Bank, mengatakan hedge fund mengalami "significant losses" pada Oktober sehingga pasar hanya memiliki sedikit kapasitas untuk menyerap kejutan pemilu.

Latar singkat

KabarFX sebelumnya melaporkan pasar memperkirakan RBA menaikkan suku bunga acuan ke 4,85 persen pada pengumuman Selasa (RBA Diprediksi Naikkan Suku Bunga ke 4,85 Persen Selasa).

Kenapa ini penting untuk forex

Pemilu paruh waktu menentukan komposisi Kongres AS, pemegang kendali atas kebijakan fiskal dan pagu utang. Pergeseran ekspektasi fiskal semacam itu bergerak langsung ke imbal hasil obligasi pemerintah AS. Dari sana, dampaknya mengalir ke daya tarik dolar AS dan ekspektasi suku bunga bank sentral AS (Federal Reserve, The Fed).

Untuk euro, saluran transmisinya berjalan lewat risiko fiskal. Prancis adalah ekonomi terbesar kedua di zona euro. Kenaikan biaya pinjaman Prancis yang lebih cepat dari negara sejawat melebar premi risiko dan menekan euro.

Satu nuansa penting: pasar justru nyaris tidak bergerak. Hedge fund mencatat kerugian besar pada Oktober, sehingga posisi pasar tipis. Jika hasil pemilu menyimpang dari jajak pendapat, pergerakan dolar dan pasangan-pasangan utamanya berpotensi tajam karena pasar tidak siap.

Yang dipantau

  • Pemilu paruh waktu AS: pemungutan suara berlangsung Selasa (3/11) waktu setempat; hasil awal mulai terlihat Rabu (4/11) WIB.
  • Keputusan suku bunga Bank Sentral Australia (RBA), Selasa (3/11); pasar memperkirakan kenaikan ke 4,85 persen.
  • Keputusan suku bunga Bank of England, Kamis (5/11).
  • Data ketenagakerjaan AS untuk Oktober, Jumat (6/11).

Sumber