Peter Kazimir, anggota Dewan Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB), mengatakan pada Senin (2/11) bahwa ECB masih harus menaikkan suku bunga agar inflasi tinggi tidak mengakar. Gubernur Bank Sentral Slovakia itu menilai pasar mungkin meremehkan langkah yang dibutuhkan, menurut Reuters.
Dorongan kenaikan suku bunga setelah jeda Oktober
Pernyataan ini menyusul keputusan ECB menahan suku bunga deposito 2,50 persen pada Kamis (29/10). Menurutnya, biaya energi yang melonjak akan menular ke upah dan harga jasa sebelum terlihat dalam data.
"Last week's pause was not a finish line," kata Kazimir, salah satu pendukung kenaikan suku bunga di dewan 27 anggota ECB. Menurutnya, perlambatan pertumbuhan tidak otomatis melemahkan inflasi karena tekanan biaya sudah menumpuk berbulan-bulan.
Data pabrik memperkuat tekanan
Manufaktur zona euro tetap tumbuh pada Oktober: Indeks Manajer Pembelian (PMI) S&P Global turun ke 52,7 dari 52,9 pada September, masih di atas ambang ekspansi 50. Namun inflasi biaya input melonjak ke salah satu level tertinggi dalam empat tahun akibat energi dan gangguan rantai pasok.
Euro bergerak di dekat level terendah 17 bulan di 1,1159 dolar AS pada perdagangan Asia pagi, menurut FXNEWS24, terbebani revisi prospek Prancis oleh Fitch.
Latar singkat
Sebelumnya KabarFX melaporkan pelemahan euro: Dolar Tertahan Jelang Pemilu AS, Euro di Titik Terendah 17 Bulan.
Kenapa ini penting untuk forex
Komentar Kazimir mendorong pasar menilai ulang peluang kenaikan suku bunga ECB pada Desember. Data pasar yang dikutip CNBC menunjukkan peluang 67 persen untuk kenaikan pada Desember. Jika ekspektasi menguat, selisih imbal hasil obligasi zona euro dan AS melebar dan euro mendapat dukungan terhadap dolar yang dibebani ketidakpastian pemilu paruh waktu AS. Jika ECB gagal meyakinkan pasar, euro tetap rentan terhadap aliran dana aman ke dolar. Analisis KabarFX: pergerakan euro pekan ini lebih ditentukan ekspektasi suku bunga ketimbang satu data tunggal.
Yang dipantau
- Indeks manufaktur AS dari Institute for Supply Management (ISM) untuk Oktober, Senin (2/11) 22.00 WIB; konsensus 54,7 dari 54,5 pada September.
- Keputusan suku bunga Bank Sentral Australia (RBA), Selasa (3/11); pasar memperkirakan kenaikan ke 4,85 persen.
- Estimasi awal inflasi Oktober zona euro dari Eurostat, Rabu (4/11).
- Laporan ketenagakerjaan AS (nonfarm payrolls) Oktober, Jumat (6/11) pukul 20.30 WIB.
