Ringkasan
Dewan Kebijakan Moneter Reserve Bank of Australia (RBA) bersidang pada Senin dan Selasa (2-3/11), dan akan mengumumkan keputusan suku bunga pada Selasa pukul 10.30 WIB. Pasar memperkirakan peluang 80 hingga 90 persen bank sentral menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,85 persen.
Isi
Pemicunya adalah data inflasi September yang dirilis pekan lalu. Biro Statistik Australia (ABS) mencatat inflasi utama 4,3 persen secara tahunan, di atas ekspektasi pasar 4,2 persen dan naik dari 4,0 persen pada Agustus. Ukuran inflasi inti pilihan RBA, trimmed mean, yang mengabaikan pergerakan harga paling ekstrem, mencapai 3,7 persen secara tahunan dan melampaui proyeksi bank sentral 3,4 persen. Secara kuartalan, trimmed mean naik 1,0 persen, di atas perkiraan RBA 0,8 persen, didorong lonjakan harga bahan bakar kendaraan 9,4 persen dan tekanan harga di sektor jasa.
Empat bank besar Australia kini kompak memperkirakan kenaikan. Commonwealth Bank of Australia (CBA) dan National Australia Bank (NAB) membatalkan proyeksi "tahan" mereka pekan lalu dan bergabung dengan Westpac dan ANZ. JPMorgan ikut bergabung dalam kubu kenaikan pada Senin (2/11), dengan alasan data inflasi dan pernyataan para pejabat RBA yang menandakan inflasi belum terkendali. Kenaikan ini akan menjadi yang kelima sepanjang 2026 dan membawa suku bunga ke level tertinggi dalam 18 tahun, sejak 2008.
Tidak semua ekonom sepakat. Survei Finder mencatat 10 dari 40 panelis memperkirakan RBA menahan suku bunga, dengan alasan pasar tenaga kerja melemah dan tingkat pengangguran naik ke 4,7 persen. Survei manufaktur S&P Global yang dirilis Senin (2/11) menunjukkan aktivitas pabrik Australia berkontraksi untuk bulan kedua beruntun, dengan pesanan baru turun paling cepat sejak akhir 2024.
Dolar Australia bergerak hati-hati menjelang keputusan. Pasangan AUD/USD diperdagangkan di sekitar 0,7025 pada sesi Asia Senin (2/11), di bawah level 0,7050. Mata uang ini sempat menguat sekitar 0,3 persen ke 0,7043 setelah data inflasi dirilis pekan lalu. Menurut TD Securities, karena kenaikan suku bunga sudah hampir sepenuhnya diperhitungkan pasar, pergerakan dolar Australia lebih ditentukan oleh panduan RBA ke depan ketimbang keputusan itu sendiri.
Latar singkat
Keputusan RBA melanjutkan rangkaian pertemuan bank sentral global. KabarFX merangkum hasil pertemuan pekan lalu dalam artikel Pekan Bank Sentral Berakhir: Semua Menahan Suku Bunga, Pasar Menatap Desember.
Kenapa ini penting untuk forex
Saluran transmisinya adalah ekspektasi suku bunga dan selisih imbal hasil antarnegara. Kenaikan ke 4,85 persen akan memperlebar jarak suku bunga Australia terhadap Amerika Serikat, yang menahan suku bunga di kisaran 3,75-4,00 persen, dan secara teori menopang daya tarik dolar Australia dari sisi carry. Namun karena peluang kenaikan sudah diperhitungkan 80 hingga 90 persen, risiko kejutan justru datang dari arah sebaliknya: keputusan menahan suku bunga akan dibaca sebagai sinyal dovish dan berpotensi menekan AUD lebih keras daripada dorongan kenaikan yang sudah terduga. Yang benar-benar menggerakkan pasar pada Selasa (3/11) adalah nada pernyataan dewan, proyeksi baru dalam Statement on Monetary Policy triwulanan, dan konferensi pers Gubernur Michele Bullock: apakah RBA memberi sinyal bias pengetatan lanjutan atau mengakui bahwa perlambatan ekonomi mulai bekerja meredam inflasi.
Yang dipantau
- Selasa (3/11) pukul 10.30 WIB: keputusan suku bunga RBA beserta Statement on Monetary Policy triwulanan; konferensi pers Gubernur Michele Bullock sekitar pukul 11.30 WIB.
- Selasa (3/11): pemilihan sela Amerika Serikat yang dapat memengaruhi sentimen risiko global dan likuiditas perdagangan dolar Australia.
- Sekitar 25 November: rilis data inflasi bulanan Australia untuk Oktober, masukan penting sebelum rapat RBA berikutnya.
- Selasa (8/12): rapat RBA terakhir tahun 2026.
Sumber
- Broker Daily: All bets on for a cash rate hike
- InvestingLive: JPMorgan joins hike call for RBA's November meeting, sees tightening bias persisting
- Loan Worth News: Is 4.85% the Peak? Cup Day Rate Rise Expected, Markets Eye a Second
- TradingKey: Australian Dollar softens below 0.7050 on risk-off mood
- PipTheory: 87% Priced, All Four Majors Call 4.85% (RBA Decision Preview, 3 November 2026)
