Commonwealth Bank of Australia (CBA) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Australia menjadi hanya 1 persen pada pertengahan 2027. Angka itu hampir setengah dari perkiraan sebelumnya sebesar 1,8 persen, menurut prospek terbaru yang dirilis Senin (2/11).

Belinda Allen, kepala ekonom Australia di CBA, mengatakan prospek ekonomi memburuk secara substansial. Pemulihan yang tadinya diharapkan muncul sekitar pergantian tahun kini terlihat akan datang lebih dalam dan lebih lambat. Ia memperkirakan pertumbuhan sepanjang 2027 hanya sekitar 1,1 persen, dengan ekonomi baru kembali ke laju tren sekitar 2 persen pada paruh kedua 2028.

Proyeksi pengangguran ikut dinaikkan. Tingkat pengangguran diperkirakan naik dari 4,7 persen ke puncak 5,1 persen pada akhir 2027, dari perkiraan puncak sebelumnya 4,8 persen. Pertumbuhan upah tahunan diperkirakan melambat ke 3 persen. Belanja rumah tangga, penyumbang terbesar revisi ini, diperkirakan melambat dari 1,8 persen pada kuartal II 2026 menjadi 0,7 persen pada pertengahan 2027.

Harga rumah di lima kota besar Australia sudah turun 8 persen dari puncaknya, menurut CBA. Inflasi inti yang dipantau bank sentral, trimmed mean, tercatat 3,7 persen pada kuartal September. CBA memperkirakan inflasi bertahan di atas 3 persen hingga awal 2028.

Meski prospek melemah, CBA tetap memperkirakan Reserve Bank of Australia (RBA) menaikkan suku bunga acuan. Kenaikan 25 basis poin menjadi 4,85 persen diperkirakan terjadi pada rapat 2-3 November, lalu suku bunga ditahan. Dua kali pemangkasan pada 2027 dengan total 0,5 poin persentase masih terlihat, tetapi waktunya belum pasti dan risiko pengetatan lanjutan tetap ada. National Australia Bank (NAB) bahkan lebih pesimistis dan melihat pengangguran mencapai 5,4 persen pada akhir 2027, menurut laporan media Australia.

Latar singkat

Keputusan RBA ini akan membawa suku bunga acuan ke level tertinggi sejak 2008 dan diumumkan Selasa (3/11) pukul 10.30 WIB, seperti dilaporkan KabarFX sebelumnya: RBA Diprediksi Naikkan Suku Bunga ke 4,85 Persen Selasa.

Kenapa ini penting untuk forex

Keputusan RBA hari ini menempatkan dolar Australia dalam tarik-menarik yang klasik. Suku bunga yang lebih tinggi biasanya menopang mata uang, karena imbal hasil aset berdenominasi dolar Australia menjadi lebih menarik. Tetapi ketika kenaikan suku bunga justru memangkas prospek pertumbuhan, pasar mempertanyakan berapa lama suku bunga bisa bertahan di level tinggi.

Nada pernyataan Gubernur RBA Michele Bullock pukul 10.30 WIB menjadi penentu arah. Penekanan pada risiko inflasi menguatkan ekspektasi pengetatan lanjutan dan menopang AUD. Sorotan pada pelemahan ekonomi riil justru bisa memangkas ekspektasi kenaikan berikutnya. Menurut catatan analis Rabobank yang dikutip FXStreet, ada pula risiko kenaikan lanjutan yang tergantung laju harga minyak setelah pemilu sela AS. Pada perdagangan Senin (2/11), AUD/USD bergerak di sekitar 0,70, dekat level terendah sepekan.

Yang dipantau

  • Keputusan suku bunga RBA dan Pernyataan Kebijakan Moneter, Selasa (3/11) pukul 10.30 WIB, dilanjutkan konferensi pers Gubernur Michele Bullock.
  • Data inflasi bulanan Australia untuk Oktober, diperkirakan sekitar 25 November.
  • Rapat RBA terakhir tahun ini, Selasa (8/12).
  • Hasil pemilu sela AS yang masuk Rabu (4/11) pagi WIB dan data tenaga kerja AS Jumat (6/11), penentu ekspektasi suku bunga The Fed.

Sumber