Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Sabtu (31/10) bahwa negaranya masih memiliki satu atau dua lokasi di Iran yang perlu ditangani, termasuk kompleks bawah tanah Pickaxe Mountain. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan keputusan serangan baru belum diambil.
Berbicara kepada wartawan di kediamannya di Florida, Trump mengklaim program nuklir dan sebagian besar kemampuan militer Iran sudah dilumpuhkan. Namun ia menyebut masih ada satu atau dua situs yang harus dibereskan, dan menurutnya Amerika Serikat bisa melakukannya dengan cepat, "we can do that in 10 minutes".
Pickaxe Mountain adalah sebutan Amerika Serikat untuk Gunung Kolang Gaz-La di dekat Natanz, kompleks bawah tanah yang diduga terkait kegiatan nuklir, menurut laporan Stockbiz dan TBS News. Iran membantah melakukan aktivitas nuklir di lokasi itu.
Trump juga mengatakan perundingan untuk mengakhiri perang berjalan baik, tetapi ia meragukan keandalan Teheran. Pada saat yang sama ia menyatakan tidak terburu-buru melakukan operasi ofensif baru.
Rubio, yang berbicara di Atlanta pada hari yang sama, mengatakan Trump belum mengambil keputusan soal serangan baru. Ia menegaskan Washington masih membuka jalur diplomasi dan lebih memilih penyelesaian damai.
Secara terpisah, The Wall Street Journal melaporkan Trump berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Sabtu pagi. Isi pembicaraan tidak diungkap, dan menurut laporan itu Trump sekadar mengecek kabar sekutu dekatnya.
Latar singkat
Pernyataan Trump datang sehari setelah rentetan sinyal de-eskalasi. KabarFX sebelumnya mencatat surat Vance yang disebut Iran bernada berbeda serta wacana pembukaan kembali Selat Hormuz lewat mediator Qatar. Sementara itu blokade pelabuhan Iran oleh AS dijadwalkan mulai Senin dan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei memerintahkan respons tanpa batas geografis.
Kenapa ini penting untuk forex
Pernyataan Trump membalik narasi de-eskalasi yang mewarnai Sabtu (31/10), dan minyak mentah adalah jalur transmisinya. Menurut Reuters, Brent kontrak Desember ditutup pada Jumat (30/10) di 117,64 dolar AS per barel, sedangkan kontrak Januari di 113,43 dolar AS per barel. Pasar berjangka minyak buka kembali Minggu malam waktu Amerika Serikat, sehingga harga bisa langsung bereaksi menjelang Senin pagi WIB.
Harga energi yang tinggi mendorong ekspektasi inflasi sekaligus peluang Bank Sentral AS (Federal Reserve, Fed) menaikkan suku bunga pada Desember. Dari sisi mata uang, yen Jepang dan franc Swiss biasanya diuntungkan sentimen risk-off, tetapi yen punya nuansa: Jepang adalah importir energi sehingga minyak mahal bisa melemahkan daya dukungnya. Dolar Australia lebih terkait logam dan Tiongkok, sementara dolar Kanada lebih sensitif ke minyak.
Yang dipantau
- Pemilu paruh waktu AS, Selasa (3/11); hasil awal penghitungan mulai terlihat Rabu pagi WIB.
- Indeks ISM manufaktur AS, Senin (2/11), sekitar 18.30 WIB.
- Pernyataan resmi OPEC+ menyusul pertemuan online tujuh anggotanya pada Minggu (1/11).
- Keputusan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA), Selasa (3/11); Bank of England, Kamis (5/11).
Sumber
- Trump raises possibility of striking suspected nuclear facility in Iran - Stockbiz
- Trump says US has one or two remaining targets in Iran, including Pickaxe Mountain - TBS News
- Trump says US still has 'one or two targets' in Iran - The Telegraph Nigeria
- Trump Speaks With Netanyahu on Iran (laporan The Wall Street Journal) - Europe Says
