Amerika Serikat akan memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran mulai Senin (2/11) pukul 10.00 waktu bagian timur AS atau sekitar pukul 22.00 WIB. Pengumuman itu disampaikan Komando Pusat AS (CENTCOM) kurang dari sehari setelah perundingan damai dengan Iran di Pakistan berakhir tanpa kesepakatan, menurut laporan BBC.

Menurut pernyataan CENTCOM yang dikutip BBC, blokade akan diberlakukan secara netral terhadap kapal dari semua negara yang masuk atau keluar dari pelabuhan dan wilayah pesisir Iran. CENTCOM menegaskan blokade tidak akan mengganggu kapal yang melintasi Selat Hormuz menuju atau dari negara selain Iran.

Presiden AS Donald Trump menulis di media sosial Truth Social bahwa perundingan gagal karena Iran tidak mau melepaskan ambisi nuklirnya. Dari pihak Iran, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan negaranya tidak akan menyerah di bawah ancaman. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut kedua pihak sempat hampir mencapai kesepakatan, namun kemudian menemui tuntutan yang berubah-ubah.

Sehari sebelum perundingan kandas, Araghchi mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pembicaraan dengan mediator Qatar telah menghasilkan rencana yang bisa membuka kembali Selat Hormuz dalam dua hari. Syarat yang diajukan Iran antara lain pencabutan sanksi yang dijatuhkan setelah memorandum Islamabad runtuh, pengurangan pasukan AS di kawasan, pemulihan pengecualian pembelian minyak Iran, dan pencairan dana Iran yang dibekukan, termasuk yang berada di Qatar. Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan publik dari Gedung Putih atas tawaran tersebut.

Perkembangan ini terjadi saat harga minyak berada di level tertinggi dalam berbulan-bulan. Minyak Brent menutup perdagangan Jumat di 117,64 dolar AS per barel dan WTI di 104,12 dolar AS, keduanya tertinggi sejak akhir April, menurut Reuters. Sepanjang Oktober, Brent naik 13,6 persen. Para pelaku pasar juga mencermati pemilihan parlemen AS pada Selasa (3/11) di tengah kekhawatiran konflik kembali memanas setelahnya.

Trump memberi sinyal perundingan bisa berlanjut pekan ini dalam wawancara dengan New York Post. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyebut kembalinya perundingan sangat mungkin terjadi, dan Reuters melaporkan tim negosiasi kedua negara bisa kembali ke Pakistan pekan ini, meski belum ada tanggal yang disepakati.

Kenapa ini penting untuk forex

Gangguan pasokan minyak mendorong ekspektasi inflasi global, yang pada gilirannya memengaruhi ekspektasi suku bunga bank-bank sentral. Ekspektasi suku bunga adalah salah satu pendorong utama nilai tukar, terutama dolar AS. Ketegangan geopolitik juga menggerakkan sentimen risiko: mata uang safe haven seperti yen Jepang dan franc Swiss biasanya menguat saat ketegangan meningkat, sedangkan mata uang komoditas seperti dolar Australia dan dolar Kanada sensitif terhadap arah harga energi.

Sumber: BBC, Reuters, Al Jazeera, New York Post. Konten KabarFX bersifat edukasi, bukan rekomendasi atau nasihat keuangan.