Kapal pengangkut gas alam cair (LNG) milik Qatar, Al Mayeda, diserang tiga proyektil di dekat Selat Hormuz pada Sabtu (31/10) dini hari waktu Indonesia. Serangan ranjau limpet ke sebuah tanker minyak pada hari yang sama menandai eskalasi baru, pertama kali sejak 2019.
Menurut data perusahaan intelijen maritim Windward, Al Mayeda yang berbendera Kepulauan Marshall terkena tiga proyektil sekitar pukul 18.00 waktu universal pada Jumat (30/10). Itu setara Sabtu (31/10) sekitar pukul 01.00 WIB, di sekitar 40 mil laut selatan Pulau Lavan, Iran. Kapal itu berputar arah sekitar setengah jam kemudian dan kembali menuju perairan Teluk.
Nakilat, perusahaan pelayaran gas milik Qatar, mengonfirmasi pada Minggu (1/11) bahwa kapal tersebut tetap beroperasi tanpa kerusakan lingkungan. Seluruh 25 awak kapal selamat, termasuk enam warga negara India, menurut Menteri Perkapalan India Sarbananda Sonowal. Kementerian Luar Negeri Qatar mengecam serangan itu dan membuka penyelidikan, sementara Kuwait menyatakan solidaritas penuh dengan Qatar.
Tanker minyak berbendera Panama, Louise 1, terkena dua ranjau limpet yang dipasang di lambungnya oleh perahu kecil di dekat Khasab, Oman, hingga ruang mesinnya terbakar. Menurut Windward, ini adalah penggunaan ranjau limpet pertama di kawasan Teluk sejak 2019, dan sedikitnya empat tanker diserang antara 29 dan 30 Oktober.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran pada Minggu (1/11) mengklaim dua tanker minyak meledak setelah menghantam ranjau; klaim itu belum terverifikasi independen. Menurut laporan Bloomberg, Pakistan telah bernegosiasi dengan Iran untuk izin pelayaran Al Mayeda hanya beberapa jam sebelum serangan, dan identitas pelaku serangan belum dapat dipastikan.
Latar singkat
Serangan ini berlangsung bersamaan dengan upaya diplomatik yang dimediasi Qatar. Pada Sabtu (1/11), KabarFX melaporkan Iran menawarkan pembukaan Selat Hormuz dalam dua hari jika syaratnya dipenuhi Washington, dan perundingan di Doha memasuki hari ketiga Minggu. Tautan: Iran Tawarkan Hormuz Dibuka 2 Hari jika AS Penuhi Syarat
Perkembangan terbaru
Serangan terhadap Al Mayeda ternyata bagian dari rangkaian yang lebih luas. Martin Kelly dari EOS Risk Group menghimpun daftar kapal yang diserang antara Kamis dan Jumat lalu, dikutip The Maritime Executive. Daftar itu memuat kapal tanker raksasa VLCC Arnazah, dua kapal Suezmax Riti dan Louise 1, serta kapal produk Stone. Louise 1 disebut terkena ranjau limpet yang dipasang manual oleh perahu kecil. Menurut Windward, metode itu baru dipakai lagi di kawasan Teluk setidaknya sejak 2019.
Kapal Stone dicegat Angkatan Laut Garda Revolusi Iran lalu diizinkan putar balik tanpa kerusakan. Kapal Riti dilaporkan terbakar dan 25 awaknya dievakuasi oleh Oman.
Pada Minggu malam (1/11), sebuah kapal tunda milik Uni Emirat Arab dilaporkan terkena proyektil di Selat Hormuz. Lokasi insiden berada di barat laut Semenanjung Musandam, sekitar pukul 22.00 WIB. Menurut United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) yang dikutip The Maritime Executive, insiden terjadi sekitar pukul 15.00 UTC. Konsultan keamanan Vanguard Tech mengidentifikasi kapal itu sebagai Selat Storm, kapal tunda lepas pantai seberat sekitar 1.300 dwt. Kapal itu baru saja meninggalkan pelabuhan Al Hamriyah di Uni Emirat Arab. Menurut Vanguard Tech, kapal dilaporkan tenggelam sebagian dan nasib awaknya belum dilaporkan.
Ini merupakan serangan kedua yang diduga dilakukan terhadap kapal tunda di kawasan itu sejak 18 Oktober. Ketika itu, kapal tunda berbendera Belanda JIF Barracuda terkena proyektil.
Detail baru juga muncul soal Al Mayeda. Menurut Bloomberg yang dikutip SupplyChainBrain, Pakistan telah bernegosiasi dengan Iran untuk mengamankan izin melintas bagi kapal itu. Serangan terjadi Jumat (30/10) dini hari, padahal izin kabarnya diberikan hanya beberapa jam sebelumnya. Beberapa pengiriman LNG Qatar lain dalam sebulan terakhir berhasil melintas dengan aman lewat mekanisme yang sama.
Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan pada Sabtu (1/11) bahwa Doha mencadangkan hak untuk mengambil semua langkah yang diperlukan. Langkah itu dilakukan sesuai hukum internasional dan Piagam PBB guna melindungi aset serta awaknya, dan insiden itu tengah diselidiki. Menteri Perhubungan India Sarbananda Sonowal menyebut seluruh 25 awak kapal, termasuk enam warga India, selamat. Kementerian Perminyakan Pakistan, QatarEnergy, dan Kementerian Luar Negeri Iran belum memberikan tanggapan atas laporan Bloomberg tersebut.
Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) Jasem Mohamed Albudaiwi menyebut penargetan tanker energi sebagai eskalasi berbahaya dan mendesak para pelakunya dimintai pertanggungjawaban.
Dampak pasokan mulai terasa. Arus LNG melalui Selat Hormuz disebut bertahan di sekitar 30 persen dari level sebelum perang sepanjang Oktober. Menurut laporan yang dikutip SupplyChainBrain, Pakistan berpotensi terpaksa membeli dari pasar spot. Harga di pasar spot itu lebih dari tiga kali level sebelum perang.
Kenapa ini penting untuk forex
Selat Hormuz adalah jalur sekitar seperlima pasokan minyak mentah dan gas cair dunia melalui laut. Menurut Bloomberg, pengiriman LNG melalui selat itu pada Oktober hanya sekitar 30 persen dari volume sebelum perang. Minyak mentah Brent ditutup di 113,10 dolar AS per barel pada Jumat (30/10). Gangguan yang berkepanjangan menjaga harga energi tetap tinggi dan mendorong ekspektasi inflasi global.
Jalur transmisinya ke valuta asing berjalan lewat ekspektasi suku bunga. Inflasi yang didorong bahan bakar memberi alasan bagi bank sentral untuk menahan suku bunga lebih lama, dan itu menopang dolar AS. Data CME FedWatch menunjukkan pasar memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember di atas 75 persen, menurut Metal Sentinel. Yen Jepang cenderung mendapat dukungan dari sentimen penghindaran risiko, meski Jepang sebagai importir energi tetap rentan terhadap lonjakan harga minyak.
Yang dipantau
- ISM Manufacturing PMI AS untuk Oktober, Senin (2/11) pukul 22.00 WIB.
- Keputusan suku bunga Reserve Bank of Australia, Selasa (3/11) pukul 10.30 WIB.
- Pemilihan paruh waktu AS pada Selasa (3/11), dengan hasil awal keluar mulai Rabu pagi WIB.
- Keputusan suku bunga Bank of England, Kamis (5/11) pukul 19.00 WIB.
- Laporan ketenagakerjaan AS (nonfarm payrolls) untuk Oktober, Jumat (6/11) pukul 20.30 WIB.
Sumber
- Pakistan LNG Tanker Attacked Near Hormuz Despite Iran's Approval — Bloom Pakistan (laporan Bloomberg)
- Limpet Mines Return as Iran Hits Tankers Near Hormuz — Windward
- Entire Crew Safe After LNG Carrier Struck in Persian Gulf — Devdiscourse
- Offshore Tug Hit in Latest Attack in Strait of Hormuz — The Maritime Executive
- Pakistan LNG Cargo Attacked Near Hormuz Had Iranian Approval — SupplyChainBrain
- Limpet Mines Return as Iran Hits Tankers Near Hormuz — Windward
