Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Sabtu (31/10) memaparkan rencana pembukaan kembali Selat Hormuz dalam dua hari. Syaratnya, Amerika Serikat memenuhi tuntutan Teheran. Pernyataan itu ia sampaikan dalam wawancara dengan Al Jazeera di tengah mediasi Qatar.
Menurut Araghchi, Qatar mengusulkan pemangkasan masa pelaksanaan rencana Iran dari lima hari menjadi dua hari. Pada hari pertama AS mengambil sejumlah langkah, lalu hari kedua Hormuz dibuka dan pelayaran pulih seperti semula.
Syarat Teheran meliputi pencabutan sanksi pascaruntuhnya nota kesepahaman (memorandum of understanding, MoU) Islamabad. Teheran juga menuntut pengurangan pasukan AS di kawasan, pemulihan pengecualian pembelian minyak Iran, dan pencairan dana Iran yang dibekukan. Dana itu termasuk sekitar 6 miliar dolar AS yang tersimpan di Qatar, menurut laporan Al Jazeera dari Teheran.
Araghchi menyebut upaya AS membuka dialog sebagai langkah positif setelah surat Wakil Presiden AS JD Vance dibahas di Teheran. Ia menegaskan belum ada rencana pertemuan langsung dengan pejabat AS. Presiden AS Donald Trump pada Sabtu (31/10) mengatakan perundingan berjalan baik dan ia tidak terburu-buru. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan Trump belum memutuskan soal serangan militer lanjutan ke Iran.
Di sisi lain, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayor Jenderal Ali Abdollahi memperingatkan Iran akan membalas setiap serangan dengan kekuatan besar tanpa batas geografis. Jurnalis Al Jazeera di Teheran menilai posisi Iran belum menunjukkan fleksibilitas berarti.
Latar singkat
Rencana ini melanjutkan sinyal de-eskalasi pekan lalu, ketika Iran menyebut nada AS berubah dalam surat Vance. Baca juga: Sinyal De-eskalasi: Iran Sebut Nada AS Berubah dalam Surat Vance.
Kenapa ini penting untuk forex
Selat Hormuz adalah jalur keluar utama minyak dan bahan bakar dari negara-negara Teluk. Brent ditutup Jumat (30/10) di 117,64 dolar AS per barel, tertinggi sejak akhir April, dan menguat 13,6 persen sepanjang Oktober. Minyak mahal menaikkan ekspektasi inflasi, yang menguatkan taruhan pasar atas kenaikan suku bunga Federal Reserve pada Desember. Rantai transmisinya jelas: harga energi, ekspektasi inflasi, ekspektasi suku bunga, lalu dolar AS dan imbal hasil obligasi. Yang paling sensitif adalah dolar AS, yen, dan euro yang terpukul guncangan harga energi.
Yang dipantau
- Konsultasi lanjutan mediator Qatar dan Pakistan; Gedung Putih belum menanggapi rencana dua hari ini.
- Pemilihan sela AS pada Selasa (3/11), batas waktu yang disebut Trump sebelum kemungkinan aksi militer baru.
- Data tenaga kerja AS Oktober (6/11) dan CPI Oktober (10/11), penentu taruhan kenaikan suku bunga The Fed.
- Rapat Bank of England pada Kamis (5/11) di tengah tekanan inflasi energi Eropa.
