Dewan Kebijakan Moneter Reserve Bank of Australia (RBA, bank sentral Australia) menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin ke 4,85 persen pada Selasa (3/11). Keputusan diumumkan pukul 14.30 waktu Sydney atau sekitar 10.30 WIB, usai rapat dua hari.

Dewan mengambil keputusan lewat suara mayoritas: enam anggota mendukung kenaikan dan tiga anggota memilih menahan suku bunga di 4,60 persen. Perpecahan suara ini membuat sinyal pengetatan dari RBA terdengar lebih lunak dari yang diperkirakan pasar.

Dalam pernyataannya, dewan menyebut inflasi masih tinggi dan tersebar luas di banyak sektor. Proyeksi staf untuk inflasi direvisi naik secara material. Kenaikan harga bahan bakar dan komoditas akibat konflik di Timur Tengah menjadi salah satu pendorong, sementara tekanan kapasitas domestik dinilai sedikit lebih ketat dari perkiraan sebelumnya.

RBA juga mencatat investasi terkait kecerdasan buatan (AI) memicu kenaikan cepat harga barang-barang teknologi, perusahaan terus meneruskan kenaikan biaya ke konsumen, dan beberapa ukuran ekspektasi inflasi bergerak naik. Keputusan hari ini merupakan kenaikan kelima sepanjang 2026 setelah Februari, Maret, Mei, dan September, serta membawa suku bunga ke level tertinggi sejak 2008.

Data inflasi kuartal III menjadi pemicu utama. Inflasi inti (trimmed mean) naik 1,0 persen secara kuartalan, melampaui perkiraan RBA sebesar 0,8 persen. Inflasi utama mencapai 4,3 persen secara tahunan, didorong lonjakan harga bahan bakar 9,4 persen. RBA kini memperkirakan inflasi tetap di atas 3 persen sepanjang tahun depan dan baru kembali ke batas atas rentang target 2-3 persen pada akhir 2027, mundur sekitar tiga kuartal dari perkiraan Agustus.

Meski menaikkan suku bunga, dewan tidak memberi sinyal eksplisit soal kenaikan lanjutan. Dewan juga mengakui pengetatan mulai terasa: ekonomi melambat, harga rumah turun signifikan, dan pengangguran naik. Suku bunga baru berlaku efektif 4 November.

Reaksi pasar mata uang justru negatif. Pasangan AUD/USD turun sekitar 0,20 persen ke 0,6980 tak lama setelah pengumuman, menurut FXStreet, setelah sempat bertahan di sekitar 0,7000. Pasangan AUD/NZD melemah ke sekitar 1,2430. Kenaikan ini sudah diperhitungkan pasar dengan peluang sekitar 88 persen sebelum pengumuman, sehingga dolar Australia mengalami aksi jual setelah fakta ditambah suara terbelah dewan.

Latar singkat

KabarFX sebelumnya memberitakan bahwa pasar memperkirakan RBA menaikkan suku bunga ke 4,85 persen pada pertemuan kali ini: RBA Diprediksi Naikkan Suku Bunga ke 4,85 Persen Selasa. Keputusan hari ini sesuai dengan perkiraan tersebut, namun suara terbelah 6-3 memberi nuansa baru yang belum dibahas dalam artikel perkiraan.

Kenapa ini penting untuk forex

Saluran transmisinya lewat ekspektasi suku bunga relatif. Kenaikan suku bunga biasanya menopang mata uang karena menaikkan imbal hasil aset berdenominasi dolar Australia. Namun reaksi AUD/USD menunjukkan pasar mata uang bergerak berdasarkan apa yang baru dibandingkan ekspektasi, bukan berdasarkan angkanya saja. Karena kenaikan sudah hampir pasti diperhitungkan dan dewan tidak memberi sinyal pengetatan lanjutan, dolar Australia justru melemah.

Pola ini penting untuk pasangan mata uang Asia-Pasifik dan mata uang komoditas secara umum: bank sentral yang menaikkan suku bunga dengan nada hati-hati bisa menghasilkan respons mata uang yang berlawanan arah dengan intuisi. Pelaku pasar kini akan menimbang ulang peluang kenaikan lanjutan pada rapat RBA berikutnya.

Yang dipantau

  • Konferensi pers Gubernur RBA Michele Bullock pukul 15.30 waktu Sydney atau 11.30 WIB hari ini, untuk membaca nada panduan ke depan.
  • Pernyataan Kebijakan Moneter (Statement on Monetary Policy) RBA yang terbit bersamaan dengan keputusan, berisi revisi proyeksi inflasi dan pertumbuhan.
  • Hasil awal pemilu sela AS, terlihat Rabu pagi WIB, yang bisa menggerakkan sentimen risiko global.
  • Keputusan suku bunga Bank of England (BoE, bank sentral Inggris) pada Kamis (5/11); pasar memperkirakan kenaikan ke 4 persen.
  • Rapat RBA berikutnya pada Selasa (8/12), pertemuan terakhir tahun ini.

Sumber