Pekan yang padat bagi bank sentral berakhir Jumat, 30 Oktober 2026, dengan satu pola yang sama: semua menahan suku bunga. The Fed menahan suku bunga di kisaran 3,75-4 persen pada Rabu, 28 Oktober. Bank Sentral Eropa (ECB) menahan suku bunga sembari memberi sinyal kenaikan pada Desember masih sangat mungkin. Reserve Bank of New Zealand juga menahan suku bunga. Penutupnya adalah Bank of Japan, yang menahan suku bunga di 1,25 persen dengan nada yang lebih hawkish dari perkiraan.
Pola serentak ini memberi gambaran kondisi global: inflasi yang membandel dan pengetatan kondisi keuangan membuat bank-bank sentral memilih menunggu, bukan bergerak. Ketika semua menunggu, pasar mengalihkan perhatian ke titik temu berikutnya, dan kali ini titik itu adalah Desember. The Fed, ECB, dan BoJ semuanya disorot untuk keputusan Desember.
Gambaran pasar hari Jumat
Di pasar valuta asing, euro bergerak datar di sekitar 1,118 per dolar, setelah sempat menyentuh level terendah sejak Mei 2025 pada sesi sebelumnya, dan menuju penurunan bulanan sekitar 1,2 persen. Dolar-yen bergerak di sekitar 157,5, setelah yen sempat menguat pasca-keputusan BoJ. Indeks dolar, yang mengukur dolar terhadap sekeranjang mata uang utama, berada di sekitar 101,8 dan menuju kenaikan bulanan 0,3 persen, bulan kedua berturut-turut menguat.
Dari pasar obligasi, imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun berada di sekitar 4,90 persen, level terendah dalam lebih dari sebulan. Pemicunya adalah aksi jual saham-saham AI yang mendorong aliran ke aset aman: ketika Treasury diburu, harganya naik dan imbal hasilnya turun, dan dolar ikut melemah mengikuti penurunan imbal hasil.
Kenapa ini penting untuk forex
Pekan seperti ini menunjukkan cara membaca kalender bank sentral: bukan hanya keputusan hari itu yang menggerakkan pasar, tetapi juga apa yang diisyaratkan untuk rapat berikutnya. Keputusan "tahan" yang disertai sinyal kenaikan lanjutan bisa menguatkan mata uang, sementara keputusan "tahan" yang bernada dovish bisa melemahkannya. Itulah mengapa pernyataan, proyeksi, dan voting dissent (seperti suara tunggal di BoJ pekan ini) layak dibaca, bukan hanya angka suku bunganya.
Sumber: Reuters, FXStreet.