Bank of Japan (BoJ) mempertahankan suku bunga acuan pada Jumat, 30 Oktober 2026. Target suku bunga overnight tanpa agunan tetap di sekitar 1,25 persen, setelah rapat kebijakan dua hari pada 29-30 Oktober.
Keputusan diambil lewat voting 8-1. Anggota dewan Hajime Takata menjadi satu-satunya yang menolak: ia mengusulkan kenaikan ke 1,5 persen, dengan alasan inflasi dasar sudah mencapai target dan penyesuaian menuju suku bunga netral harus dipercepat. Usulan itu ditolak mayoritas dewan.
Keputusan menahan ini datang sebulan setelah BoJ menaikkan suku bunga 25 basis poin pada September, dari 1 persen ke 1,25 persen, level tertinggi sejak 1995.
Inflasi dinilai sudah mencapai target
Dalam Laporan Outlook kuartalan yang dirilis bersamaan dengan keputusan, BoJ menilai inflasi dasar (underlying inflation) sudah berada pada level yang secara umum konsisten dengan target stabilitas harga 2 persen. Ini adalah penilaian pertama semacam itu sejak target inflasi diperkenalkan pada 2013.
Proyeksi inflasi inti, yang tidak termasuk makanan segar, juga direvisi: untuk tahun fiskal 2026 tetap 2,5 persen, sementara untuk tahun fiskal 2027 naik menjadi 2,6 persen dari proyeksi 2,4 persen pada Juli.
Di sisi lain, BoJ mempercepat pengurangan kepemilikan sahamnya: pace penjualan tahunan exchange-traded fund (ETF) naik dari 330 miliar yen menjadi 860 miliar yen berdasarkan nilai buku, berlaku mulai Januari 2027. Keputusan itu disetujui bulat, dengan catatan penjualan sejak Januari 2026 berjalan mulus tanpa guncangan besar di pasar.
Kenapa ini penting untuk forex
Keputusan ini adalah contoh "tahan tapi hawkish": suku bunga tidak naik, tetapi bank sentral menegaskan siklus pengetatan belum selesai dan tetap membuka kenaikan lanjutan. Bagi pasar, sinyal seperti ini sama pentingnya dengan kenaikan itu sendiri, karena pelaku pasar langsung memasang harga pada rapat berikutnya.
Reaksi yen menggambarkan itu: yen sempat menguat ke 157,115 per dolar setelah pengumuman, sebelum kembali melemah ke sekitar 157,67. Pasar memperhitungkan sekitar 80 persen peluang kenaikan suku bunga pada rapat Desember.
Konteks pekan ini memperkuat cerita: The Fed juga menahan suku bunga di kisaran 3,75-4 persen pada Rabu, 28 Oktober. Ketika bank-bank sentral besar serentak menahan suku bunga di tengah inflasi yang membandel, pemicu berikutnya bergeser ke data dan rapat bulan depan.
Sumber: Bank of Japan, Reuters.