Harga emas spot anjlok lebih dari 3 persen pada Jumat, 30 Oktober 2026, menembus di bawah $3.900 hingga menyentuh sekitar $3.891, level terendah sejak Oktober 2025. Jumat pagi emas masih diperdagangkan di sekitar $4.008, sebelum aksi jual mendorongnya menembus $3.900. Perak ikut terseret: turun lebih dari 5 persen hingga di bawah $50 untuk pertama kalinya sejak November 2025.

Pemicu langsung datang dari pasar energi. Pada hari yang sama, sebuah tanker di Selat Hormuz, jalur utama keluarnya minyak dan bahan bakar Teluk, dihantam perangkat peledak yang dipasang dari perahu kecil, menurut UKMTO; belum jelas siapa pelakunya. Minyak Brent kontrak Desember naik 1,04 persen ke $116,08 per barel, sementara WTI naik 1,34 persen ke $103,37. Sepanjang Oktober, Brent sudah naik hampir 11 persen dan WTI sekitar 14 persen.

Konteks pekan ini memperkuat tekanan. Data AS hari Kamis menunjukkan ekonomi tumbuh 3,4 persen pada kuartal III dan inflasi PCE naik 0,5 persen secara bulanan, sementara The Fed menahan suku bunga di 3,75-4 persen pada Rabu dengan voting 10-2. Kombinasi itu membuat pasar tetap memperhitungkan peluang sekitar 75 persen kenaikan suku bunga pada Desember, menurut CME FedWatch per laporan Jumat, sementara indeks dolar bertahan di sekitar 102.

Kenapa ini penting untuk forex

Emas yang jatuh di tengah minyak yang melonjak menekan XAU/USD dari dua sisi: kekhawatiran inflasi energi membuat bank sentral sulit melonggarkan, sementara ekspektasi kenaikan Fed menahan dolar tetap kuat. Level $3.900 kini menjadi patokan terdekat yang diperhatikan pasar, setelah level itu jebol pada Jumat.

Sepanjang Oktober, emas sudah turun lebih dari 6 persen, menuju Oktober terburuk sejak 2008. Pekan depan, perhatian bergeser ke dua bank sentral berikutnya: Reserve Bank of Australia pada Selasa, 3 November, dan Bank of England pada Kamis, 5 November, plus data AS lanjutan yang bisa mengubah taruhan kenaikan Desember.

Sumber: Reuters, TradingKey via Mitrade, CME FedWatch.