Eurostat melaporkan pada Jumat (30/10) bahwa produk domestik bruto (PDB) zona euro tumbuh 0,4 persen pada kuartal III 2026 dibandingkan kuartal sebelumnya. Angka ini melambat dari 0,6 persen pada kuartal II, tetapi melampaui ekspektasi ekonom yang disurvei di level 0,2 persen.

Secara tahunan, ekonomi zona euro tumbuh 1,3 persen, naik dari 1,2 persen pada kuartal II dan di atas perkiraan 1,1 persen. Ini menjadi laju ekspansi tahunan tercepat dalam lebih dari satu tahun.

Di balik angka agregat, kinerja antarnegara timpang. Prancis, ekonomi terbesar kedua zona euro, mencatat kontraksi 0,1 persen yang mengejutkan di tengah ketidakpastian politik dan fiskal. Jerman hanya tumbuh 0,2 persen, Italia stagnan, sedangkan Spanyol tumbuh 0,6 persen. Irlandia mencatat lonjakan 5,5 persen, meski datanya dikenal volatil karena aktivitas perusahaan multinasional.

Kenapa ini penting untuk forex

Data ini rilis sehari setelah European Central Bank (ECB) menahan suku bunga pada Kamis (29/10). Ekonomi yang ternyata lebih tangguh dari dugaan, berbarengan dengan tekanan harga energi yang belum mereda, menjadi konteks yang diperhatikan pasar dalam membaca arah kebijakan ECB pada pertemuan-pertemuan berikutnya.

Sumber: Eurostat, FXStreet, dpa-AFX. Konten KabarFX bersifat edukasi, bukan rekomendasi atau nasihat keuangan.