Harga emas berbalik melemah pada Selasa (3/11) saat pemilu paruh waktu Amerika Serikat berlangsung. Spot emas turun 0,5 persen ke 3.926,52 dolar AS per troy ounce sekitar pukul 10.53 WIB menurut Reuters, memangkas rebound lebih dari 2 persen yang tercatat sehari sebelumnya.

Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember ikut turun 0,8 persen ke 3.936,30 dolar AS per troy ounce. Sehari sebelumnya spot emas naik ke 3.954,41 dolar AS setelah menyentuh level terendah satu tahun pada Jumat (30/10). Tim Waterer, kepala analis pasar KCM Trade, menilai emas masih berkonsolidasi usai aksi jual besar pekan lalu, dengan emas dijual sebagai aset likuid untuk menutup kerugian di pasar lain, bukan diborong sebagai tempat berlindung tradisional.

Gambaran struktur aksi jual itu datang dari laporan mingguan World Gold Council (WGC) yang terbit Selasa ini. Menurut laporan tersebut, pelemahan emas terutama didorong perubahan ekspektasi suku bunga AS dan aksi jual investor berleverage. Posisi manajer uang profesional turun sekitar 11 ton sejak pertengahan Oktober, sementara posisi lainnya turun sekitar 70 ton dalam periode yang sama. Analis Saxo mencatat dana emas keluar sekitar 6 ton pekan lalu, tetapi masih membukukan arus masuk sekitar 150 ton sejak Juli. Sebaliknya, hedge fund telah menjual kontrak berjangka emas sembilan pekan berturut-turut, dan data CFTC menunjukkan posisi net long spekulan besar turun 13.414 kontrak menjadi 186.451 kontrak.

Latar utamanya adalah ekspektasi kebijakan Federal Reserve (The Fed). The Fed menahan suku bunga pada 28 Oktober dan pasar kini menunggu arahan berikutnya. Instrumen CME FedWatch menunjukkan peluang sekitar 74 persen bahwa The Fed menaikkan suku bunga pada Desember. JPMorgan Private Bank memperkirakan kenaikan lanjutan pada Desember dan kuartal pertama 2027, menurut Bloomberg. Minyak yang anjlok lebih dari 7 persen pada Senin meredakan kekhawatiran inflasi, tetapi belum cukup mengangkat kembali minat terhadap emas.

Latar singkat

Sehari sebelumnya, KabarFX melaporkan emas bangkit kembali ke atas 3.900 dolar AS setelah minyak anjlok lebih dari 7 persen: Emas Rebound ke $3.946, Kembali ke Atas $3.900. Perkembangan Selasa ini melanjutkan catatan tersebut dari arah sebaliknya.

Kenapa ini penting untuk forex

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil, sehingga ekspektasi suku bunga AS yang bertahan tinggi menaikkan biaya peluang memegangnya. Selama peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember bertahan di kisaran 74 persen, dolar AS dan imbal hasil obligasi AS cenderung mendapat dukungan, dan keduanya menekan daya tarik emas. Data WGC menambah nuansa: tekanan jual lebih banyak datang dari pelepasan posisi berleverage para spekulan daripada kaburnya investor jangka panjang. Itu menjelaskan mengapa emas bisa tetap bergejolak meski sentimen dana investasi belum runtuh.

Yang dipantau

  • Hasil resmi pemilu paruh waktu AS, dengan hasil awal diperkirakan mulai masuk sekitar tengah malam waktu Eropa Tengah atau sekitar 06.00 WIB.
  • Data inflasi zona euro, Rabu (4/11).
  • Keputusan suku bunga Bank Sentral Inggris (Bank of England, BoE), Kamis (5/11).
  • Laporan tenaga kerja AS bulan Oktober, termasuk data nonfarm payrolls, Jumat (6/11) pukul 20.30 WIB.

Sumber